Archive for the ‘ Personal ’ Category

Air Asia’s Compensation nan Menyenangkan

Sebulan yang lalu, tepatnya tanggal 24 Juli 2009 saya bepergian ke Denpasar, dengan menggunakan jasa penerbangan maskapai Air Asia. Tak ubahnya budaya maskapai di negeri ini yang masih didominasi dengan status delay, maka waktu itu pun jadwal penerbangan saya mengalami penundaan selama 2 jam. Cukup berbaik hati, pemberitahuan penundaan diberitahukan via sms beberapa jam sebelum keberangkatan.

Sama dengan nasib penumpang biasanya, maka kali itu saya pun tidak bisa protes. Pemberian makan malam hokben dari pihak Air Asia seperti halnya kasus delay-delay lainnya, menjadi sedikit hiburan untuk meredakan geram yang sudah menjadi biasa.

Seiring dengan waktu saya pun sudah tidak memikirkan keterlambatan penerbangan yang saya alami dan sudah biasa itu, namun ternyata 2 minggu pasca kejadian itu saya mendapat kiriman email dari Air Asia berisikan E-Gift Voucher Compensation.

voucherairasia

Read the rest of this entry »

Bersama Senja di Pulau Dewata

prancak

Kekasihku
Di jalan ada jumpa ada sua kembali
Tetapi kita berjalan sendiri sendiri Read the rest of this entry »

Pilpres 2009, Damai Indonesia?

pilpres09

Diatas adalah Surat Pemberitahuan Waktu dan Tempat Pemungutan Suara (MODEL C 4 PPWP) untuk mengikuti Pemilihan Presiden 2009. Bagaimana dengan anda, apakah sudah mendapatkan surat undangan menyontreng? Damai Indonesia?

MODEL C 4, Surat Pemberitahuan Pemungutan Suara

Pulang kerumah subuh-subuh setelah menyaksikan acara charity concert untuk bencana situ gintung di score, tiba-tiba saya dikejutkan oleh sebuah kertas di meja ruang depan :

dpt

Horeee… saya terdaftar sebagai pemilih! Setelah selama ini selalu terpaksa golput karena bermasalah dengan identitas :D

Read the rest of this entry »

Saya di Fitnah!

fitnah

Sejak kapan kah saya menjadi anggota legislatif dari PKS? huduh tenan kok…. Itu berita padahal sudah sejak oktober tahun kemaren, tapi kok ya empunya portal berita itu tidak sadar ada kesalahan disana sampai sekarang. Mending beritanya baik-baik, lha ini jelas-jelas pencemaran nama baik toh?

Read the rest of this entry »

Budaya Terimakasih ( Sebuah Obrolan )

Kemaren sore saya sedikit mendapat pelajaran nan amat menggugah dari seorang sopir taxi yang saya tumpangi saat perjalanan sore membelah kota jakarta.

Saya :  iseng-iseng memecah omongan dalam kemacetan “.. tarif taxi blum turun ya pak, padahal BBM kan sudah turun?”
Sopir taxi : “belum pak, kita mah menurut apa perintah dari pengatur tarif  aja pak…. disuruh turun ya turun, disuruh naek ya naek…”
Sopir taxi : ” yang aneh itu ya pak, dulu BBM naek… banyak sekali demo-demo bahkan sampai bakar-bakar… tapi sekarang saat BBM turun kok ndak ada satu pun dari  mereka yang  berdemo sambil bawa tulisan terimakasih atas penurunan BBMnya pak presiden…”
Sopir taxi : “budaya terimakasih bangsa kita ini memang sungguh aneh….”
Saya : *gubraks! speechless langsung….*

Memang ada yang aneh rasanya pada realita kesadaran atas budaya berterimakasih kita, terkadang kita terlalu amat sangat pandai dengan gagahnya untuk menghujat bahkan rela menafikan kearifan nilai dan etika dalam berhidup saat merasa bahwa apa yang kita miliki dan apa yang kita raih terancam hilang, namun tidak untuk sebaliknya. Adakah yang bisa kita perbaiki bersama sahabat?

30 + 1

30 + 1 = Menua!

Thanks for a great year and a nice gift ;-)

*images source

Kembali ke Ibukota

Setelah 2 minggu lebih menikmati mudik di Bengkulu, sejak hari rabu 8 Oktober kemaren saya sudah kembali menginjak kota jakarta ini. Budaya mudik ini memang selalu membawa kesan tersendiri setiap tahunnya. Saya pun selama ini selalu berusaha untuk pulang setiap tahunnya disaat lebaran, meski dimana pun saya sedang berada alhamdulillah sampai saat ini setiap lebaran saya masih diberi kesempatan untuk bisa  kembali bersimpuh di kaki kedua orangtua. Semoga kesempatan seperti itu masih tetap akan ada di masa-masa mendatang.

Dengan hati dan pikiran yang insya telah sedikit lebih bersih, mencoba kembali menata puzzle perjalanan hidup yang sempat berantakan. Saatnya mencari sesuatu yang lebih berkah. Halah,….

*gambar diambil dari sini.

Mudik ke Kurotidur

Berhidup tak lepas dari berharap pengampunan, jika esok mentari tetap bersinar itu berarti masih ada waktu untuk bersimpuh. Putih dan hitam hanyalah pantulan cahaya diri, yang tak pernah terhentikan tuk warnai sebuah perjalanan.

Berhenti sejenak pada tepi titian, untuk kembali bersimpuh di kedua kaki orang tua. Berharap ampunan atas bakti yang tak pernah sempurna, dan restu keikhlasan doa mereka.

Hari ini saya berangkat mudik ke Kurotidur, Bengkulu Utara. Selamat merayakan hari raya Idul Fitri 1429H untuk anda semua, mohon maaf lahir dan bathin. Anda mudik kemana lebaran kali ini?

*images captured from google maps.