Jalanan Ibukota

Sudah 3 tahun saya menetap di ibukota ini. Ada kesimpulan yang aneh di jalanan ibukota sejak pertama kali saya mulai menetap, yaitu : hampir setiap orang berubah menjadi pemarah saat di jalanan!  There is no consider the others, saya yang paling benar dan saya yang musti duluan dijalanan, apapun kondisinya.

Ini habit, yang siap menyambut siapa saja yang datang di jalanan ibukota. Nah… mumpung habit ini belum menjadi budaya yang turun temurun, yuk kita belajar menahan diri dan mendahulukan orang lain di jalanan. Indah kok jika bisa terwujud, sedikit mengaca di negeri tetangga, mereka bisa tertib dan saling mendahulukan orang lain jika di jalanan. Sampai-sampai waktu itu saya ndak pernah melihat adanya polisi lalu-lintas satupun di jalanan selama disana. Jadi bagaimana?

*sumber image : pesanberantaigw300 via googling

27 thoughts on “Jalanan Ibukota”

  1. benar sekali mas. aku juga heran, padahal mereka di kantor, rumah mereka orang yang manis-manis.
    andai mereka punya twitter dan saling kenal 🙁

  2. tadinya saya juga mikir begitu sampe saya kejebak macet selama 3 jam. bnr2 kaki udah pegel, suntuk kelamaan di jalan, akhirnya jadi ga mau ngalah.. traffic-nya dulu dibenerin jadi tertib, kemacetan diatasi, dan pengendara akan lebih baik lagi kok secara perlahan :mrgreen:

  3. Menahan diri dan menghargai yang lebih rendah dari kita. Naik motor hargai dan dahulukan pemakai sepeda pancal,pejalan kaki.
    Yang Naik mobil ga keudanan,kepanasan kasih jalan sedikit aja sebelah kiri buat lewat yang roda dua..arogansi roda 4 takut lecet dan minta didulukan….

    Emosi,boleh aja asal ga sampe nempeleng.Kalo mbleyer yo diuber

  4. hahahahahaha.. ngomongin habit berkendara di Jakarta mah capek, saya salah satu yang udah capek… 😆

    susah emang kalo mampu beli mobil atau motor mahal tapi kemampuan otak yang nyampe. ya gitu deh jadinya.. 😛

  5. Fotonya keren.

    Oh soal marah, beberapa teman Cilincing saya kadang suka agak gila. Kalau berkendara di jalanan JKT kadang suka bawa senjata api. Kalau ketemu sesama pengendara motor tapi penyerobot lampu merah, motornya dikejar. Terus kalau sudah dekat, motor yang terkejar, ditendang. Habis itu mengeluarkan pistol dari balik jaket terus ditempel di jidat pengendara motor nakal tapi naas itu sambil berkata “Lo mao mati, Njing! Lo mao mati! Ngomong, Njing!”

    Herannya, teman saya itu masih hidup sampai detik ini. (*maksud saya, belum ada orang yang sama-sama punya pistol dan balas dendam sama dia*)

    Sekali lagi, fotonya keren.

  6. …jadi kapan ada gerakan online mendukung n memberikan sumbangsih saran transportasi massal yg aman, nyaman, cepat, n terjangkau di negeri tercintahh ini 🙂 … setelah indonesia united, dukung ibu prita, indonesia waspada ??

  7. hehehe…………keren
    polisinya keren tindak kekerasan polisi.
    menggunakan jurus kungfu “tendangan g sengaja”.
    tapi memang seperti itulah ibarat kata “klo g nyenggol kita yg disenggol” jadi ya sabar-sabar saja ya. ok

  8. njrit… itu polisinya kurang keren… gw lebih setuju polisi lalu lintas dipersenjatai, dan bebas menembak pengendara motor ataupun mobil yang gak tau adat… dooorrr… heuheuheuheue

  9. Klo udh di jalan rasa2nya smuanya jadi gampang naek pitam. nggak jarang kita denger kata2 hewan kluar dari mulut kl ada kesalahan dari pengendara lain…

  10. wah iya banget tuh.. susah emang karena kenyataaannya di Jakarta sungguh macet dan bikin capek.
    kalo udah capek semua jadi gampang emosi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*