Budaya Kambing Hitam dan Manusia Sebangsanya

Kambing hitam, sebangsa kambing sial yang selalu jadi rujukan keluar dari masalah atas nama kecerdasan manusia katanya. Kita tidak pernah tahu apakah bangsa kambing juga memiliki pemadanan manusia hitam sebagai sebutan untuk para pengguna manfaat sikambing hitam, halah….

Adalah kambing hitam yang membudaya pada tatanan manusia di negeri ini yang semakin mudah disebarkan ajarannya sebagai solusi gampang dan cepat untuk menyelesaikan masalah. Kambing hitam itu tak hanya sebagai teman dan padanan atas manusia hitam, tapi sesuatu yang bukan makhluk pun di negeri ini bisa dirubah statusnya jadi kambing hitam. Bahkan produk kecerdasan manusia nan disakralkan sebagai garis besar haluan aturan sudah biasa menjadi kambing hitam untuk legitimasi nafsu hasrat para manusia berbudaya kambing hitam.

Sudah sering para manusia berbudaya kambing hitam di negeri ini bersenang-senang bisa berjalan-jalan melihat panorama di negeri lain atas dasar tuntutan dan rengekan si kambing hitam bernama undang-undang. Sering juga atas permintaan si kambing hitam untuk belajar tanding kemajuan negeri lain. Mungkin ada benarnya juga sieh, mereka perlu melihat dan belajar apakah ada manusiaΒ  berbudaya kambing hitam di negeri lain.

Namun saya pikir mereka lupa untuk belajar dari sejarah yang telah memerdekakan manusia-manusia berbudaya kambing hitam itu, bahwa para pendahulunya tidak pernah bersikap menjadi manusia berbudaya kambing hitam dalam memperjuangkan semua kepentingan bangsa ini. Nyawa pun sudah menjadi biasa terkorbankan, demi masa depan bangsa.

Jadi, kenapa para manusia berbudaya kambing hitam itu tidak melakukan kerjasama dengan wakil-wakil konsulat di tiap-tiap negeri, agar mengirim wakilnya kembali ke negeri ini untuk sejenak dilakukan pelatihan dan pewartaan tentang tata cara terbaru pemilihan umum?!!! Jika dana anggaran yang selama inipun selalu dijadikan kambing hitam atas keminimannya, bukankah dengan memanggil para wakil konsulat bisa menjadi solusi yang baik? Menyelesaikan masalah kok ya dengan masalah, dasar manusia bangsa kambing berbudayakan kambing hitam!

Sumber images : editing from googlings

25 thoughts on “Budaya Kambing Hitam dan Manusia Sebangsanya”

  1. dalam tahapan ‘dangkal’ semua masalah pasti diarahkan ke kambing hitam, dalam tahapan ‘lebih dalam’ semua masalah dicarikan jalan keluarnya πŸ˜€

  2. Dasar kambing!
    Btw era teknologi informasi kayak gini kok masih ada yang berotak kambing duduk di kpu ya?
    Wajarlah lha berhitung aja mereka gak mampu! Ingat kemelut coblosan malut lalu πŸ˜€

  3. Ulasan yang mengena bro, kambing hitam adalah sebuah fenoma berupa kambing yg berubah warna menjadi hitam.. halah ! Btw, kl Idhul Qurban nanti kambing hitam gini banyak di cari gk ya ? rasanya kambing warna hitam ini akan banyak di cari kalau sudah terjebak ke dalam jurang masalah yang susah untuk keluarnya. Makanya buru-buru nyari kambing hitam :) trus kl udh dpt kambing hitamnya tinggal duduk-duduk sambil ketawa …. asalkan jangan sambil bilang “Allhamdulillah” :d

  4. sungguh, kambing hitam ini sudah menjadi budaya yang menggejala, khususnya di kalangan kaum elite kita. mereka ndak mau dipersalahkan walau kebijakannya jelas2 salah. utk membuat citra positif, mereka cari kambing hitam, di mana saja, yang penting dapat, haks…. sebaliknya, kalau sukses, diklaim sbg keberhasilannya. bener2 kambing hitam. btw, mas epat, mestinya kemarin saya bisa dapat posisi vertamax, tapi entahlah setiap kali komen di-submit, mental. dan itu berkali2 terjadi, hehehe πŸ˜†

  5. @iman : black goat? huehehe gak pantes yo mas πŸ˜€
    @sawali : weh masak sieh pak? ada pesan mentalnya gak? error messagenya apa pak?

  6. dari sejak kecil tidak diajari bagaimana menyelesaikan masalah, yang didapat adalah bagaimana caranya selamat. Tentunya dengan membeli kambing hitam toh …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*