Potret Peradaban Bangsa
(Swiss) The Fusion Man, Yves Rossy. Seorang mantan pilot pesawat terbang, berhasil membuat dan mendemonstrasikan terbang dengan sayap segitiga bermesin jet . Dia berhasil melompat dari pesawat dengan sayap segitiga selebar 2,5 meter di punggungnya dan terbang melayang di atas Pegunungan Alpen.
Pesawat bersayap segitiga ini bertenagakan 4 buah mesin Jet, yang mampu mendorong memberikan kecepatan terbang sampai 300 km per jam. The Fusion Man, Rossy sempat melakukan manuver, meliuk-liuk, terbang menukik, hingga melakukan putaran 360 derajat pada ketinggian 2300 meter(Kompas).
(NASA) Robot wahana antariksa Phoenix Mars Lander (PML) telah berhasil mendarat dengan sempurna di planet Mars. Meskipun sempat mengalami gangguan pada lengan robotiknya, namun perkembangan terakhir masalah tersebut telah dapat teratasi. Bahkan lengan tersebut telah berhasil mengambil sampel material di permukaan planet Mars yang menguatkan bukti bahwa adanya kandungan es di planet Mars tersebut.
Sebuah peradaban baru bagi umat manusia telah diawali, tak akan lama lagi tour antariksa ke planet tersebut akan bisa dinikmati oleh penghuni planet bumi ini. Mungkin juga nantinya akan ada villa atau kondominium mewah yang akan dibangun di planet Mars itu, dan bisa jadi suatu saat jika bumi telak penuh sesak maka Planet Mars akan menjadi lokasi transmigrasi yang memungkinkan untuk dihuni oleh manusia.
Memperhatikan perkembangan teknologi yang dihasilkan dan percepatannya, maka semua mimpi itu tidak akan berlama-lama lagi untuk diwujudkan bukan?
(Indonesia) Beginilah berita terakhir yang terjadi pada peradaban sebuah bangsa yang terbentang luas, terdiri dari beribu-ribu pulau, kaya akan kekayaan alam, kaya akan sumber daya manusianya, kaya akan keragaman suku dan kebudayaan, kaya akan agama dan norma-norma, kaya akan pemikir-pemikir kebangsaan dan filsuf-filsuf yang mendunia, kaya akan teknokrat dan proffesor, dan masih banyak lagi bukti kekayaan-kekayaan lainnya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia ini. Namun sungguh sayang, kekayaan yang dimiliki bangsa ini masih juga belum dapat menjadi modal untuk merubah peradaban bangsa ini menjadi lebih tinggi dan sejajar dengan bangsa lain.
Kondisi yang terjadi justru sebaliknya, sebuah kemunduran peradaban kembali terjadi. Anarkisme, premanisme, serta barbarisme sekali lagi kembali membudaya di negeri ini. Bangsa yang berpuluh-puluh tahun telah mendeklarasikan kemerdekaannya dan asa kebangkitan bangsa ini pun sudah diteriakkan sejak satu abad yang lalu, serta pembangunan kepada manusia Indonesia yang beradab telah diupayakan oleh para bapak pendiri dan pemimpin bangsa sejak awal kemerdekaan. Dasar ideologi, Undang-Undang, dan perangkat hukum lainnya telah dibuat untuk mendamping semua nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh bangsa ini. Namun semua itu seolah-olah mengepul hilang bagai asap tertiup angin, bagaikan debu diatas batu yang tercurah oleh air hujan, hilang seketika tanpa bekas.
Sebuah tamparan keras bagi nurani-nurani kesadaran bangsa, sungguh ini tidak boleh dibiarkan terjadi. Negara ini adalah negara hukum yang mengayomi semua komponen bangsanya yang memiliki seribu satu keberagaman. Terlalu sayang semua kekayaan bangsa ini lenyap begitu saja, dan sekali lagi, terlalu sayang negeri ini untuk dihancurkan, lagi? Salam damai untuk indahnya sunset dan cantiknya sunrise diseluruh pelosok negeri ini.
