Mahalnya Perguruan Tinggi (Meskipun Negeri) 17

Tabel diatas diambil dari sini, yang diberlakukan untuk calon mahasiswa baru disalah satu PTN angkatan 2008/2009 nanti. Saya sungguh terkejut, dibandingkan tahun 1995 dahulu saat saya memasuki perguruan tinggi tersebut yang cuman tidak lebih dari Rp 500.000,- ditambah dengan biaya IOM (Ikatan Orangtua Mahasiswa) sebesar Rp. 300.000,- yang bisa dicicil pula.

Status Perguruan Tinggi Negeri menjadi BHPMN (Badan Hukum Pendidikan Milik Negara) yang menjadi penyebab melonjaknya biaya pendidikan yang harus ditanggung, karena status tersebut menghapuskan subsidi pemerintah untuk Perguruan Tinggi Negeri. Bukankah pendidikan merupakan salah satu kunci untuk memperbaiki kondisi negeri ini? Untuk menciptakan lebih banyak generasi muda intelektual yang merata. Bagaimana menurut anda?

Update : sesuai koreksi seperti yang telah disampaikan bung dheche pada komentarnya dibawah ini, ternyata tabel tersebut diatas diberlakukan untuk salah satu jalur bagi mahasiswa baru untuk memasuki PTN tersebut. Untuk jalur regulernya masih belum ada pengumuman resmi.

Posted by Epat.
Filed under General, Opinion
Posted on Wed, 21 May 2008 at 6:01 am
Subscribe to RSS feed for comments on this post.

17 Responses to “Mahalnya Perguruan Tinggi (Meskipun Negeri)”

  1. Anang On

    takut kali, semakin pintar rakyatnya, semakin kritis mereka

  2. iway On

    haiya, kalo sekarang aja dah segitu mahal gimana ntar waktu anakku kuliah, harus nyediain uang berapa :(

  3. dheche On

    setauku, ada beberapa jalur masuk, yg di atas itu salah satu jalur yg mahal, jalur yg normal (reguler) sepertinya belum ada pengumuman resminya.

    jalur mahal, salah satunya (dulu) bernama program ekstensi.
    kalo dulu cuma ada reguler dan ekstensi, skr makin banyak aja jenisnya

  4. Chic On

    auuuuh.. dulu saya masuk UGM ga nyampe sejuta, udah dapet semuanya… ckckckckckckck

  5. rita On

    Au’ akhh gelaapp…. liat anggka dlm kolom diatas… capee dee…
    Persiapan pendidikan anak2 memang harus mulai sejak dini, sekarang….Anak2 juga harus pintar2, setidaknya dapat mengejar Beasiswa….

  6. dudi On

    #dheche: bukankah dikau dulu sempat mengenyam ekstensi??? *walau sesaat*. kekekekeke

  7. dheche On

    #dudi: benul. motivasi ikut ekstensi adalah supaya bisa tetep ikut msk kelas dan bergaul dg yg muda-muda , tentu saja supaya awet muda… kakakakaka

  8. edy On

    artinya, untuk mengenam pendidikan ada bbrp jalur
    ada yg mahal, ada pula yg lebih mahal :lol:

  9. ghatel On

    pantes INdonesia ra enek sing iso nggawe roket appolo adn sejenisnya, opo ae ngimpor, lha arep belajar ae larange ngono… edannnnn, rektor jaman saiki podo lesu wetenge…

  10. paman tyo On

    orang kayak saya, dari generasi lawas yang dulu spp-nya lebih murah daripada levi’s dan nike, mestinya malu kalau sampai dropout setelah mentok sebagai majasiswa abadi, padahal diongkosi oleh rakyat…

  11. Epat On

    #paman tyo : betul paman, saya adalah satu orangnya yang harusnya tahu malu itu. Semoga saya masih diberi kesempatan untuk memperbaikinya di hari-hari kedepan.

  12. tc On

    masok esde aja udah mahal koq…
    ntah mo jadi apa negeri ini, mo pinter aja mahal

  13. antoub On

    #epat & paman tyo :
    Saya jadi inget kata seorang senior saya (yg klo ndak salah seumuran dengan om epat).
    Beliau pernah bilang bahwa :
    “pilih mana : Barang rusak dari pabrik yang bejad, atau barang terbaik keluaran dari pabrik yang sama ?”

    Hmm.. sepertinya saya bisa jadi memilih barang rusak dari pabrik-pabrik yang bejad. Soalnya siapa tahu, barang-barang itu adalah versi terbaik yang memang “tidak boleh” keluar sebagai produk dari pabrik yang rusak tadi.

    :D

    Byuh.. kok ya.. saya brani “nguyahi segoro yo?”
    maapken sayah :D. (back to coding lagi ajah ah..) hi3x.

  14. Epat On

    #antaub : setiap orang punya persepsi dan pilihan masing-masing. dan kita terkadang harus menerima dan mendengar persepsi dari pihak lain, karena itu akan semakin mengayakan diri kita meskipun terkadang itu bertentangan dengan prinsip dan pilihan yang kita yakini. Jadi mari kita sama-sama berfikir untuk mencari solusi saja, saya pikir itu akan lebih baik.

  15. mahendra On

    ptn itu kan sedang menuju entrepeneur university bang…

    tapi kalo ga salah kan ada wacana kalo nantinya ada fase SPP proporsional bang, ketika mahasiswa tersebut sampai pada semester 2 atau 3 dan seterusnya, semacam subsidi silang gitu lah, tapi emang belum kelihatan juga sih implementasinya seperti apa…

    CMIIW

Leave a Reply

Random Quotes

    "Senang lihat orang susah, susah lihat orang senang. "

    - A Mild -

Categories

Banners

ads ads ads ads

ads ads ads ads