Deep Journey in Kapuas

Pentingnya pembangunan infrastruktur sudah semestinya menjadi prioritas pemerintah demi peningkatan perekonomian di republik ini, khususnya daerah-daerah luar jawa. Foto-foto dibawah ini adalah gambaran dimana tidak tersedianya infrastruktur jembatan pada sungai kapuas di daerah Meliau Kab Sanggau Kalbar.

Transportasi penyeberangan menggunakan perahu-perahu klotok untuk manusia dan roda dua, sementara untuk penyeberangan roda empat atau lebih musti menyewa perahu ponton (sejenis tongkang) milik salah satu perusahaan kelapa sawit. Untuk roda empat atau lebih sekali menyeberang dikenai biaya Rp. 300.000,- bah!

Akibat tidak tersedianya infrastruktur penyeberangan maka sudah pasti daerah seberang akan mengalami keterlambatan proses pembangunan, karena biaya pembangunan di daerah seberang akan mengalami kenaikan yang sangat tinggi hanya untuk mobilisasinya saja. Propinsi Kalimantan Barat sebagian besar wilayahnya terbelah menjai dua oleh aliran Sungai Kapuas, dan jembatan-jembatan penghubungnya masih jauh dari cukup pada daerah-daerah yang terbelah oleh sungai kapuas ini. Seperti halnya dengan propinsi-propinsi lainnya di pulau Borneo ini, transportasi air menjadi salah satu urat nadi jalur transportasi masyarakat. Saya jadi ingat sewaktu satu tahunan yang lalu saya di daerah Kalimantan Timur bagian utara, pernah terbersit untuk bermimpi punya kapal pesiar kekeke. Halah…

6 thoughts on “Deep Journey in Kapuas”

  1. Foto-foto dibawah ini adalah gambaran dimana tidak tersedianya infrastruktur jembatan pada sungai kapuas di daerah Meliau Kab Sanggau Kalbar.

    Mau Narsis aja pakek alasan 😛

  2. ojok mikir kapal pesiar’e, tapi pikiren piye cara’ne ben oleh kapal pesiar.

    kalo udah ada kapal pesiar, jangan lupa ‘isi’nya. hare gene kapal pesiar isinya kosong melompong?

    Hi Pemabokz!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.