Rokok!

Ini ROKOK ku!
*meniru gaya iklan kacang garuda
Hari ini rekor selama 3 bulan terakhir sejak mulai menetap dikota kendari ini, 3 bungkus! ya, TIGA bungkus! habis dalam kurang dari 24 jam! Apa yang terjadi hari ini? Hums…. just like usually, waulaupun beberapa hari terakhir agak sedikit begaya hidup normal. Bisa bangun pagi! Pukul 08:00 AM, ebad! Cuci muka, duduk didepan notebook limpahan dan secangkir kopi panas pun datang menetap diatas meja kerja ini. Seperti biasa, aktivitas pertama menatap sang hari adalah menyalakan sebatang gudang garam surya 12 dan mulai menikmati sedapnya secangkir kopi panas. Ah entah kenapa 2 jenis racun ini benar-benar telah menjadi suplemen utama setiap harinya. Pernah terniatkan untuk berhenti, tapi itu jika sudah mendapatkan teman yang mampu menggantikan kesetiaan dari racun yang bernama Nikotin ini. Bayangkan! Adakah teman yang lebih setia sampai-sampai kita melakukan hajat kebelakang pun dia dengan sangat-sangat setianya menemani! (It’s not joke!).
Dua tahun yang lalu pernah mencoba berhenti, setelah dengan segala keterpaksaan atas penindasan hak asasi manusia yang dilakukan oleh seorang dokter. “…Anda kalau tidak mau berhenti merokok, saya tidak akan mengobati penyakit anda!” Huh! Dalam hati ini ada yang ingin terlontarkan, ” Dok! sudah dua wanita memutuskan hubungan karena rokok!” tapi rasanya waktu itu harus menahan diri, ya..demi dapat merokok secara lebih nyaman lagi nantinya. (Ular!)
So, berhentilah waktu itu selama beberapa hari untuk menikmati asap nikotin ini sehari-harinya. 10 hari? 2 minggu? ya…ternyata memang tanpa rokok dunia ini lebih segar rasanya. Tapi kembali semua saluran pernafasan dan urat-urat peredaran darah ini teringat, bahwa dunia lebih nikmat dengan nikotin! Maka setelah 2 minggu mampu bertahan. maka dimulailah kembali dengan asap-asap nikotin itu.
Hingga hari ini, hingga saat ini, dan hingga tulisan ini dibuat, asap nikotin itu masih tetap setia menemani.
Dunia memang lebih segar tanpa asap rokok, tapi dunia lebih nikmat dengan merokok!